Senin, 17 Oktober 2011

WAKTUNYA (!)

Bumi ini kapan tua?seolah belum hinggap sehelai putih namun sebenarnya sudah tak bergigi. Tuhan menciptakan kehidupan yang begitu rumit, kadang saya sendiri merasa tidak mampu. Pernah saya menjauhkan diri dan rasanya begitu kosong. Hingga saya sampai pada suatu titik dimana saya merasa hidup sia-sia. Saya menebak apa arti hidup dan makna semua cobaanNya, tapi saya mendapat kebingungan. Dan ketika alam ini beranjak menggulat saya takut. Takut berjumpa dengan Sang Maha memberi kehidupan. Waktu yang Dia berikan tak mampu saya hitung namun saya merasa bisa menghitung hal baik yang telah saya buat. Tuhan, hambamu ini masih pantaskah disebut hamba?

Luka, jatuh, dan sakit bersatu bisa mengalahkan indah, mesra nan bahagia yang juga Dia ciptakan. Duka ini mendalam melihat raga yang bergerak menuntun jiwa tak tenag. Pilu. Hambar. Rasanya, belum terungkap cinta pada Tuhan. Rindu sekali dengan jabatan tanganMu di sela keraguanku. Rindu akan sentuhan lembutMu di antara keresahanku. Dan ridhoMu yang menyelip di sela kerjakerasku.

Tuhanku sayang
hambamu ini apa masih pantas disebut hamba?
Karena jiwa tak lagi memandu raga bergerak maju mendekatiMu.
Saya mencari ketenangan dalam keramaian
mencari keindahan dalam keterpurukan

tanpa saya tahu, untuk apa (?)

bila sudah waktunya mendekat,izinkan hamba Tuhan dalam keadaan bersama orang-orang tercinta
:)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar