Sabtu, 08 Oktober 2011

DEWASA

Apakah dewasa itu pilihan?
Umur bukan penentu dari sebuah kedewasaan, tentu kalimat itu sering kita dengar. Mengukur kedewasaan tidak bisa kita lakukan sendiri. Kita butuh orang lain sebagai parameter tingkah laku kita. Sebuah diskusi mengajari saya arti dari kedewasaan. Dewasa berarti mampu menyelesaikan masalah dengan bijaksana. Sederhana memang kalimatnya, namun aplikasinya begitu rumit. Zaman yang berubah menuntut banyak softskill. Sehingga metode pembelajaran pun seharusnya berevolusi. Kebanyakan kita menganggap suatu kebiasaan adalah kewajiban sehingga kita melakukannya berulang-ulang. Dewasa menganjurkan kita untuk berpikir tidak hanya meniru. Mengajari kita berkreasi tidak hanya berbicara. Mengajari kita memahami tidak hanya mengerti. Seseorang menyadarkan saya akan arti dewasa yang sesungguhnya belum saya terapkan. Dewasa berarti tidak menggantungkan diri pada orang lain, sebatas itu yang saya tau sebelumnya. Tapi tidak hanya itu. Terlalu dangkal menilai kedewasaan seperti itu. Seseorang begitu sabar memandu saya menemukan diri saya yang pertama. Seseorang itu memberi saya pengertian untuk berbuat lebih dan mampu menempatkan diri. Begitulah dewasa, semakin besar bertanggungjawab dan konsisten.


Bermasyarakatlah dan pahami arti kedewasaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar