Jumat, 27 Januari 2012

♥ IN BLACK

Alhamdullillah sudah dua hari ini bangun jam 5 terus (hhe pamer dikit). Aku memutuskan untuk keluar sangkar (baca: rumah) hari ini, karena selain ada janji  juga ngusir penat (hushhush). Menyusuri jalan biasa yang penuh macet (maklum jam 9), kadang letih berjalan seperti ini (mau gimana lagi ga bisa naek motor dan ga punya motor) namun disini sensasinya. Berjalan membuat kita melihat sesuatu yang tidak bisa kita nikmati dengan berkendara (penyemangat..hhe). Surabaya yang penuh cerita dan ceria. Garis-garis kehidupan disini tergores jelas meski liar (sekarang sok puitis wkwk). Jalan hidup menunjukkan ronanya masing-masing, karena manusia punya 'free will' dan akal pastinya. Dua hal itu jika bersatu akan membakar energi bisa positif bisa negatif. Pagar dari itu semua adalah 'keimanan'. Pengalaman mengajarkan serpihan pelajaran hidup. Dan memang serpihan itu ga mampu men-tameng-i semua tindak-tanduk.
Cinta yang salah alur hanya akan menambah pikiran (belum tentu masalah loh ya), dan pikiran itu layaknya ombak, akan menganggu bila ada angin kencang yang menyebabkan pikiran itu melambung hingga 6 meter lebih. Cinta yang salah alur akan menimbulkan cinta-cinta yang lain, karena cinta yang salah alur adalah cinta semu. Cinta yang salah alur adalah senjata bagi perdebatan, tameng bagi pertengkaran dan ketidakakuran. Bagaimana cinta yang salah alur berhembus, melalui saluran dendam dan ketidakpuasan. Bukan berarti itu semua bermuara ke kehancuran, justru pada point inilah peranan cinta melatih kesabaran, melatih kesadaran, melatih kesetiaan, namun juga menuntut kebenar-benaran cinta.
Ketika seseorang mencintai karena kecantikan atau ketampanan
ketika seseorang mencintai karena kepandaian dan keterampilan
ketika seseorang mencintai karena kemodernan dan kekayaan
ketika seseorang mencintai karena raga dan gairah

apakah itu cinta yang salah alur?
jawabannya adalah
cinta yang ga salah alur adalah cinta yang tidak bisa tidak apa adanya


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar